Store Products Item ID: #98butik tasProduct Information:Dari masa ke masa, tas menjadi perlengkapan tak terpisahkan bagi kaum hawa. Dalam setiap aktivitasnya, perempuan selalu menenteng barang satu ini. Salah satunya, membuat tas dari bahan sapu lidi. Ide membuat tas drai lidi ini terbersit dui benak Sutarpi saat ia mencari bahan baku tas yang lebih murah. “Ketika krisis, saya mencari ide mendapatkan bahan [...] Keterangan ProdukDari masa ke masa, tas menjadi perlengkapan tak terpisahkan bagi kaum hawa. Dalam setiap aktivitasnya, perempuan selalu menenteng barang satu ini. Salah satunya, membuat tas dari bahan sapu lidi. Ide membuat tas drai lidi ini terbersit dui benak Sutarpi saat ia mencari bahan baku tas yang lebih murah. “Ketika krisis, saya mencari ide mendapatkan bahan baku tas yang murah,” tutur perempuan yang telah menggeluti usaha produksi tas sejak 1994 ini. Dibantu empat orang karyawan, Sutarpi merangkai batang-batang lidi menjadi sebuah tas. Di kawasan Wirobrajan, Yogyakarta, Sutarpi mulai memperkenalkan tas lidi buatannya itu ke masyarakat.Meski terbilang barang baru, ternyata banyak yang kecantol dengan tas lidi Sutarpi. Dalam waktu singkat, ia bisa meraup omzet Rp 300.000 sehari dari jualan tas lidi. “Ini kan jenis baru. Jadi, banyak orang suka dengan tas lidi saya,” katanya. Pembeli dari India Setiap hari, Sutarpi mampu memproduksi 10 model tas dengan jumlah total 100 unit. Harga tas bervariasi, mulai Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per unit, tergantung model dan kualitas. “Marjin masing-masing tas mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 5.000,” ungkapnya. Selama ini, pembeli tas lidi Sutarpi tak terbatas pada masyarakat Yogyakarta. Bicara soal pemasaran, Sutarpi menggunakan dua cara: tradisional dan modern. Bagi Anda yang tertarik mencoba bisnis tas lidi ini, ada beberapa tip menarik dari Sutarpi. Pertama, siapkan modal minimal Rp 1 juta buat membeli bahan baku lidi. “Perkiraan saya, uang segitu mampu memproduksi hingga 50 tas lidi per hari,” ujar Sutarpi. Kedua, cari pekerja yang ulet dan mahir merangkai lidi menjadi tas nan apik. Maklum, membuat tas ini cukup sulit. “Makanya, sekarang saya memadukan bahan lidi dengan aksesori akar wangi, enceng gondok, dan bahan lainnya,” papar Sutarpi
Mantan pemimpin yang dijuluki “Iron Lady” (Wanita Besi) itu menyumbangkan tas kepada mantan anggota parlemen Partai Konservatif dan penulis Jeffrey Archer untuk lelang amal yang diadakan di Balai Lelang Christie di London. Thatcher sering sering menempatkan tas tangannya di meja kabinet sebagai simbol otoritasnya dan “biasanya dari tas itu akan mendapatkan beberapa kertas dengan argumen yang konklusif,” kenang Baker.
|
|